Bagaimana mendorong paus agar melakukan seks?

paus sikatHak atas foto Kerstin Meyer/Getty

Kondisi buruk yang dihadapi paus sikat Atlantik Utara, spesies yang populasinya hanya tersisa 450 ekor, semakin memburuk lagi.

Setelah pada 2017 tercatat setidaknya 17 paus sikat Atlantik Utara yang tewas, malapetaka tambahannya adalah tidak ada bayi paus sikat yang tampak sejak saat itu.

Ketiadaan keturunan baru ini membuat para peneliti yang mempelajari makhluk agung ini khawatir. Adakah yang bisa kita lakukan untuk mendorong paus yang tepat untuk bereproduksi lagi?

Itu adalah pertanyaan yang tepat untuk Moira Brown di Anderson Cabot Center for Ocean Life di New England Aquarium. Dua dari betina dewasa yang mati tahun lalu sedang berada di titik puncak usia reproduksi, jelasnya.

Dan kini tinggal ada sekitar total 100 betina dewasa di antara populasi paus sikat Atlantik Utara.

“Itulah andalan masa depan populasi ini – 100 betina dewasa tidaklah banyak dan hal-hal ini dapat memburuk dengan sangat cepat,” kata Brown.

Sudah ada contoh buruk: Vaquita porpoise, spesies yang terancam punah itu hanya ada 600 ekor sekitar 20 tahun yang lalu. Sekarang lebih buruk lagi: jumlahnya hanya 30.

Kerapuhan spesies mamalia laut yang populasinya sangat kecil sudah disadari. Inilah sebabnya mengapa beberapa peneliti memperkirakan bahwa paus sikat Atlantik Utara bisa punah dalam waktu 23 tahun, jika dtak ada perbaikan nasib.

Hak atas foto Brooke Wigren, NEAq

Paus biasanya berkembang biak di perairan lepas pantai timur Amerika Serikat, dekat Florida dan Georgia, namun mereka mencari makan di tempat lain. Tempat berkumpul favorit mereka berubah dari waktu ke waktu, tahun lalu misalnya, lebih dari yang diperkirakan terlihat di Teluk St. Lawrence di Kanada.

Ada beberapa laporan tentang paus sikat yang terjerat di alat pancing di sana dan beberapa diantaranya terbukti fatal.

Tetapi ikatan yang tidak fatal itu bahkan dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan spesies itu untuk bereproduksi.

Hak atas foto Magnus Larsson/iStock/Getty
Image caption Meskipun beberapa tali penangkap ikan mungkin tidak tampak seperti masalah besar bagi sebagian orang, itu adalah potongan material yang berat dan dapat menyebabkan masalah mobilitas yang signifikan untuk spesies laut.

Jaring penangkap ikan itu mungkin tampak tidak merupakan masalah besar bagi sebagian orang, namun bahannya dari material yang sangat berat. Jadi ketika melilit tubuh ikan paus, jaring itu menyebabkan masalah mobilitas yang signifikan dan justru menarik saat paus berusaha berenang di air.

Baru-baru ini, para penyelamat paus telah mencoba menguraikan jaring tali yang melilit di seekor ikan paus Atlantik betina yang terkenal, dijuluki Kleenex, yang telah terjerat selama setidaknya empat tahun.

Michael Moore di Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) telah mempelajari efek jangka panjang dari insiden tersebut.

“Bagi seekor ikan paus betina, apa yang bisa trjadi jika Anda kehabisan energi? Jawabannya adalah tidak hamil, “katanya.

Moore dan peneliti ikan paus lainnya umumnya setuju: dorongan paling signifikan yang dapat kita berikan kepada spesies ini adalah untuk mengurangi kemungkinan mereka terlilit tali, menyingkir, dan berharap mereka memiliki cukup energi untuk berkembang biak.

Hak atas foto Peter Chadwick/Getty
Image caption Mengingat sejarah populasi spesies ini berfluktuasi, ada banyak alasan untuk percaya bahwa tindakan yang kita ambil sekarang dapat memiliki efek yang diinginkan.

Pemerintah Kanada baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah khusus dalam hal ini, termasuk membuka dan menutup musim penangkapan kepiting salju lebih awal dari biasanya tahun ini.

Perangkap yang digunakan untuk menangkap kepiting salju sering ditambatkan ke tali yang menghubungkan mereka dengan pelampung yang mengapung di permukaan laut. Itu tentu saja menciptakan garis panjang melalui kolom air yang dapat menjerat paus.

Satu ide adalah menggunakan tali yang dapat putus ketika sejumlah tekanan diberikan kepada mereka, jelas Phil Hamilton, juga di Anderson Cabot Center dari New England Aquarium.

“Pada dasarnya mereka hanya memotong [tali] dan mereka meletakkan sarung ini di kedua ujungnya yang dirancang untuk putus dengan [tekanan] 1.700 lbs,” paparnya. “Sarungnya sekitar satu dolar masing-masing.”

Sebuah penelitian yang ditulis oleh rekan-rekan Hamilton memperkirakan bahwa tindakan tersebut dapat mengurangi terlilitnya ikan paus yang mengancam kehidupan mereka hingga 72%.

Kemungkinan lain adalah menggunakan alat tangkap yang dapat naik ke permukaan tanpa harus ditarik dengan tali – WHOI dan Anderson Cabot Center sedang mengerjakan ide ini bersama-sama.

Hak atas foto Wildest Animal/Getty
Image caption Mengurangi polusi laut, sehingga menghindari terlilitnya paus bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan pembiakan paus Atlantik.

Tetapi adakah sesuatu yang lebih intervensionis yang dapat dilakukan manusia untuk mendorong atau mendorong reproduksi pada spesies ini? Jawabannya, menurut Moore, Hamilton dan Brown adalah ‘tidak’.

Ini adalah mamalia laut besar, dengan rentang yang sangat besar. Tidak ada cara mengintervensi mereka yang benar-benar bisa bermanfaat.

Mereka juga memiliki selera makan yang besar sehingga bahkan dengan mencoba meningkatkan sumber makanan mereka secara artifisial akan membutuhkan biaya besar.

Mungkin akan lebih murah untuk membeli perusahaan-perusahaan perikanan dan memastikan di daerah paus berkumpul, tidak ada tali jaring kata Moore.

Hamilton memiliki satu ide lain. Dia menyatakan bahwa paus sering menjadi stress oleh kebisingan yang berlebihan di lautan – terutama suara dari kapal atau pekerjaan industri.

Jika kita dapat menurunkan tingkat kebisingan ini, mungkin dampaknya positif pada kecenderungan mereka untuk berkembang biak, meskipun itu tidak pasti.

Masih ada harapan bagi paus sikat Atlantik Utara. Populasi paus ini pada kenyataannya prnah lebih rendah, dan sekarang meningkat, kata Brown.

Pada tahun 1990 hanya ada sekitar 270 ekor yang diketahui. Ini meningkat selama 20 tahun berikutnya. Paus sikat juga prnah mengalami periode di mana tingkat pembiakan sangat rendah. Pada tahun 2000 hanya satu anak paus yang terlihat. “Pada tahun berikutnya ada 31,” kata Brown, menunjukkan betapa spesies itu tidak dapat diprediksi.

Dan Hamilton mengatakan ada peluang bahwa satu atau dua anak paus lahir dalam beberapa bulan terakhir, mungkin di tempat melahirkan yang tidak biasa, dan timnya belum mendeteksi mereka.

“Secara pribadi saya masih berharap bahwa satu atau dua anak paus akan terdeteksi pada musim semi dan musim panas ini,” katanya.

“Mengingat sejarah populasi yang berfluktuasi dari spesies ini, ada banyak alasan untuk percaya bahwa tindakan yang kita ambil sekarang dapat menimbulkan efek yang diinginkan.” tambahkan Brown.

“Populasi ini pernah bangkit kembali sebelumnya,” katanya. “Jadi jangan ada yang menyerah pada mereka.”

Versi bahasa Inggris artikel ini dapat Anda baca pada laman BBC Earth dengan judul How do you convince whales to have sex?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *