Banjir NTT: Certa korban selamat, ‘Kami ditarik menggunakan tali’


Banjir bandang yang menerjang wilayah Nusa Tenggara Timur disebut sebagai bencana terbesar dalam satu dekade terakhir.

Warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. “Semua habis,” ujar salah seorang penyintas.

Sementara warga lain menyebut dia berhasil selamat, meskipun rumahnya hancur dihantam air bah. “Kami ditarik menggunakan tali,” katanya.

Di sisi lain, pejabat pemerintahan di salah satu kabupaten yang terdampak menyebut banjir bandang dipicu kerusakan lingkungan akibat aktivitas masyarakat.

Namun aktivis lingkungan menyebut pemerintah tidak semestinya menyalahkan warga lokal. Dia menuding banjir ini justru terjadi karena kebijakan otoritas di NTT mengabaikan lingkungan.

Menurut data BNPB pada Selasa (06/04), jumlah warga meninggal dunia sebanyak 86 orang dan puluhan lainnya masih hilang.

Proses pengiriman bantuan untuk mencari dan mengevakuasi korban akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, NTT, masih sulit dilakukan lantaran akses ke lokasi bencana terganggu hujan deras dan gelombang tinggi.

Video Editor : Anindita Pradana