‘Buku merah’ Xi Jinping aplikasi yang paling populer di Cina


Hak atas foto
Getty Images

Aplikasi paling populer di Cina selama beberapa hari terakhir adalah aplikasi buku digital yang memuat propaganda presiden Cina, Xi Jinping.

Dengan logo merah bertuliskan “belajar” dalam bahasa Mandarin, atau “belajar Xi” sebagai permainan kata yang cerdik, aplikasi ini bertujuan untuk membentuk pikiran bangsa di bawah kepresidenan Xi Jinping.

Diluncurkan pada hari pertama tahun ini oleh departemen propaganda pusat, anggota Partai Komunis yang berkuasa diminta untuk mengunduh dan menggunakannya setiap hari.

Begitu juga pegawai negeri, pegawai perusahaan milik negara, dan guru sekolah negeri, bahkan mereka yang bukan anggota Partai Komunis.

Aplikasi, “Study (Xi) Strong Country,” mulai naik peringkat pada akhir Januari dan menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store Cina pada hari Selasa (12/02), melampaui beberapa aplikasi besar yang fenomenal seperti WeChat dan TikTok, yang dikenal sebagai Weixin dan Douyin di pasar lokal, menurut firma analisis seluler App Annie.

Hak atas foto
Alamy

Sebagai petunjuk yang jelas tentang status dan pengaruh Xi, Partai Komunis setuju pada tahun 2017 untuk menjalankan filosofinya, yang disebut “Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok untuk Era Baru”, dalam konstitusinya.

Sebagai pemimpin paling kuat sejak Mao Zedong, Presiden Xi telah mengikuti langkahnya untuk menyebarkan filosofinya secara nasional. Produk ideologis terakhir yang melanda Cina adalah Buku Merah Kecil Mao, lebih dari satu miliar salinannya telah diterbitkan.

Selama Revolusi Kebudayaan Cina, sebenarnya wajib untuk memiliki dan membawa “buku merah kecil”. Di era Xi, buku ini hadir dalam bentuk yang lebih canggih, sebagai “aplikasi merah kecil”.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Mao Zedong -difoto pada tahun 1963- merupakan penggemar berat sastra klasik. Sebagai pemimpin paling kuat sejak Mao Zedong, Presiden Xi telah mengikuti langkahnya untuk menyebarkan filosofinya secara nasional.

Pengguna aplikasi dapat mempelajari pemikiran Xi, membaca berita media pemerintah, mengikuti kursus pembelajaran online MOOC dan mendapatkan poin berdasarkan penggunaannya.

Akumulasi dari poin-poin ini dapat digunakan sebagai titik referensi bagi bos mereka dan Partai Komunis (PKC).

Sangat masuk akal bahwa pengaruh propaganda online harus lebih besar daripada selama era cetak, mengingat kemajuan teknologi dan basis pengguna yang luas dan instan.

Anggota PKC telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak era Mao, apalagi para pengguna lain yang bekerja di lembaga yang dikelola pemerintah, terpaksa mendaftar.

Di aplikasi Twitter versi Cina, Weibo, beberapa orang mengeluh tentang formalitas aplikasi, menyebutnya kosong, dan membuang-buang waktu. Jika ada yang mengharapkan game, mereka akan kecewa. Ini urusan serius.

Seorang pengguna Weibo dari Provinsi Shandong mengatakan dia harus mendapatkan 66 poin per hari – yang menurut tangkapan layar dari catatan pembelajaran yang dia posting, memerlukan waktu sekitar dua jam.

Partai Komunis yang berkuasa, di bawah kepemimpinan Xi, telah lama berusaha untuk mempromosikan filosofinya melalui format yang semakin inovatif, sama hausnya dengan outlet media apa pun untuk audiensi milenial yang sulit dipahami.

Stasiun televisi negara, CCTV, dan saluran TV provinsi di Hunan tengah meluncurkan pertunjukan tahun lalu yang menampilkan kutipan dan pemikiran Xi.

Tetapi propaganda juga telah menemukan kembali dirinya sebagai stiker WeChat yang menghidupkan moto atau garis PKC, dan kartun yang didasarkan pada kehidupan Karl Marx yang dirilis bulan lalu di situs video populer Bilibili dan Youku.

“Aplikasi merah kecil” tidak memiliki aspirasi yang cukup aneh, tetapi tetap saja populer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *