Fakta-fakta mengejutkan tentang salju: mengapa bentuknya beraneka?


Hak atas foto
AFP

Image caption

Setengah penduduk dunia punya pengalaman menghadapi salju. Namun tak semuanya mengetahui seluk-beluk rinci tentangnya.

Entah Anda senang bersenda gurau saat pertama kali melihat salju, memilih mengenakan baju berlapis-lapis dan berhibernasi hingga musim semi, atau menyentuh salju baru sebatas mimpi, berikut adalah fakta-fakta mencengangkan tentang butiran uap air ini.

Salju tidak putih

Mengejutkan. Anda tentu dapat memimpikan perayaan natal putih, meski ternyata impian visual itu tidaklah akurat. Pada umumnya pakar salju akan menyebut uap air ini tidaklah berwarna putih, melainkan transparan.

Cahaya yang terpantul di permukaan saljulah yang membuatnya terlihat putih. Seluruh sudut salju memantulkan cahaya ke berbagai arah sehingga menyebarkan seluruh spektrum warna.

Salju juga dapat memunculkan beragam jenis warna yang spektakuler. Debu, polusi atau tanaman algae segar di suhu rendah dapat membuat salju terlihat hitam, oranye atau biru.

Merah jambu atau ‘salju semangka’ yang disebabkan algae berkonten astaxanthin, zat yang juga terdapat pada wortel, bahkan pernah disebut oleh Aristoteles dalam karya awalnya.

Salju punya berbagai bentuk

Salah satu faktor yang paling menentukan bentuk salju adalah temperatur udara di sekitarnya. Penelitian tentang salju telah menemukan kecenderungan itu sejak lama.

Kristal es yang serupa jarum terbentuk pada suhu -2 derajat celcius, sedangkan suhu di bawah -5 derajat celcius akan membentuk kristal yang mirip piring datar.

Perubahan suhu lainnya ketika butiran salju jatuh dari langit akan menentukan perbedaan bentuk struktur serupa cabang pohon dari kristal-kristal es tersebut.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Salah satu faktor yang paling menentukan bentuk salju adalah temperatur udara di sekitarnya.

Katalog salju

Penggagas blog Compound Interest, Andy Brunning, dengan susah payah mengumpulkan 35 bentuk salju, termasuk sejumlah yang berjenis endapan beku. Katalog salju ini disusun berbasis gumpalan, level permukaan, embun beku, titik permulaan, ketidakteraturan, dan gabungan elemen-elemen itu.

Berkembang dari nukleus

Lempengan atau kristal salju umumnya tak memiliki zat ini atau kandungan biologis yang berisi informasi genetik. Namun salju membentuk setidaknya satu partikel, baik itu berupa inti partikel maupun serbuk sari.

Hal ini membuatnya berbeda dengan hujan salju yang berisi butiran salju beku atau hujan es yang berupa tetesan serbuk beku berisi air. Material original pembentuk lempengan salju dapat ditinjau melalui mikroskop yang mumpuni.

Serpihan salju terus membesar

Selama beberapa dekade telah muncul cerita kepingan salju besar yang jatuh ke berbagai lokasi di dunia. Dari yang berukuran lima hingga 15 sentimeter atau bahkan bervolume 38 sentimeter.

Meski banyak yang meragukan laporan itu dan tudingan minimnya bukti yang kuat, ilmuwan kini mengklaim tak ada satu hal pun yang dapat mencegah kepingan salju untuk terus membesar.

Karena besaran kepingan itu tidak menjadi bagian dari pengukuran meteorologi, salju berukuran masif itu akan tetap muncul, tapi tidak tercatat, tidak terlihat, pecah oleh arus angin tatkala jatuh ke bumi.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Ilmuwan mengklaim tak ada satu hal pun yang dapat mencegah kepingan salju untuk terus membesar.

Salju menciptakan suara

Salju yang baru saja jatuh ke bumi menyerap gelombang suara, membuat segala sesuatu terdengar tak berbunyi, suasana yang lebih sunyi terdengear setelah hujan salju berhenti.

Namun jika salju mencari lalu membeku kembali, es itu dapat memantulkan gelombang suara yang terdengar lebih jauh dan jelas.

Ada ratusan istilah tentang salju

Suku Inuit yang berdiam di kawasan Artik kerap dikisahkan mempunyai 50 istilah untuk menyebut salju. Fakta itu diragukan dan dianggap sebagai spekulasi belaka.

Namun belakangan terkonfirmasi bahwa angka itu nyaris benar. Tak masalah berapa banyak sebenarnya istilah yang mereka miliki, angka itu sepertinya lebih rendah dibandingkan kepunyaan orang-orang Skotlandia.

Peneliti di Universitas Glasgow mengklaim, bangsa Skotlandia mempunyai 421 terminologi yang merujuk meterial putih ini, termasuk skelf (kepingan salju besar), spitters (butiran salju kecil), dan ubrak (permulaan cairnya salju).

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Meski terbentuk saat temperatur udara rendah, salju dapat memunculkan kehangatan dalam kondisi tertentu.

Sukar dijelaskan

Bicara soal bahasa, Anda perlu berhati-hati jika pernah berniat menyamakan badai salju (snowstorm) dengan badai salju yang disertai angin kencang (blizzard).

Hujan salju harus memenuhi kriteria tertentu sebelum ditetapkan sebagai badai salju berangin kencang: jarak pandang di awah 200 meter dan kecepatan angin sekitar 30 meter per jam.

Salju di Mars

Merujuk simulasi ilmiah yang dilakukan badan antarika Amerika Serikat (NASA) selama musim panas di kawasan utara Mars secara tiba-tiba dapat diterjang badai salju. Temuan itu didapatkan robot berpengendali jarak jauh di permukaan Mars.

Kita tahu terdapat sejumlah awan dan lapisan es di bawah permukaan Mars. Jadi keberadaan salju tentu masuk akal.

Ilmuwan juga mendeteksi adanya awan salju mengandung karbon dioksida di area kutu utara planet itu.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Monyet Jepang adalah sedikit dari spesies satwa yang menggemari salju.

Monyet menggemari salju

Jangan berpikir bahwa manusia adalah satu-satunya mamalia yang menikmati permainan lempar bola salju.

Kera Jepang yang juga dikenal sebagai monyet salju pernah terpantau membuat dan bermain dengan bola salju. Kera muda terlihat bahagia mencuri bola salju dari koleganya. Mereka pun lantas bergulat memperebutkannya.

Terlalu banyak salju tak baik bagi kesehatan

Menghabiskan banyak waktu di dataran tinggi dapat membuat Anda terjangkit piblokto atau ‘gangguan saraf Artik’, penyakit yang menyerang orang-orang Inuit yang berdiam di Lingkar Artik.

Gejala penyakit ini adalah mengulang ucapan kata-kata tanpa arti dan bertingkah laku irasional atau yang membahayakan diri sendiri. Gejala itu diikuti amnesia atau lupa ingatan.

Racun Vitamin A diduga merupakan salah satu penyebab kelainan ini, meski dalam beberapa tahun terakhir ilmuwan mulai mempertanyakan apakah keadaan itu dapat disebut sebagai penyakit karena hanya terdapat delapan kasus terkait ini.

Ketakutan terhadap salju

Sebuah kondisi psikologi yang benar-benar ada adalah chionophobia atau rasa takhut terhadap salju. Istilah ini berasal dari terminologi Yunani, chion, yang berarti salju.

Fenomena ini dapat berkembang dari trauma masa kecil, salah satunya kecelakaan akibat salju. Namun ada pula sejumlah variasi aneh, bahwa beberapa orang khawatir terjebak atau terkubur di salju jika salju yang turun tak berbentuk butiran dan itu adalah pengalaman pertama mereka kejatuhan salju.

‘Bintang musik rock’ salju

Pengembara termasyhur, Ernest Shackleton dikenal karena keberanian, jiwa pengelana, dan loyalitasnya terhadap teman.

Namun isi dari kotak medis yang dibawa Shackleton dalam Ekspedisi Nimrod lebih terdengar seperti kewajiban tambahan yang diminta bintang musik rock tahun 1970-an ketimbang kebutuhan eksplorasi kutub.

Sakit perut diobati dengan ganja, penderita diare diberikan opium, sementara mereka yang mengalami kebutaan sementara akibat sengatan berlebihan cahaya matahari diberikan tetesan kokain.

Bernyanyi dengan suara tinggi

Terdapat beberapa faktor pemicu longsor salju dan suara tidak termasuk di dalamnya. Beban adalah penyebab utama kejadian ini.

Longsor salju mendadak yang didorong angin kencang atau langkah seorang pemain ski dapat memicu longsor mematikan. Namun, nyanyian bersuara keras dan buruk tak akan menimbulkan efek seburuk itu.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Salju terdiri dari 90 hingga 95 udara yang terperangkap.

Salju menghangatkan Anda

Karena salju terdiri dari 90 hingga 95 udara yang terperangkap, artinya salju adalah insulator yang mumpuni. Ini adalah alasan banyak binatang mengubur diri ke liang salju yang dalam pada musim dingin untuk berhibernasi.

Ini pula asalan rumah salju yang digunakan menghangatkan tubuh memiliki suhu 100 derajat lebih hangat dibandingkan luar ruangan.

Salju mudah beradaptasi

Biasanya, temperatur udara butuh titik untuk membentuk salju. Tapi jika hujan turun cukup lama, udara di dearah itu dapat turun drastis dan akhirnya menciptakan lingkungan yang tepat untuk produksi butiran salju.

Jadi temperatur bisa saja 6 derajat celcius di permukaan tanah, tapi salju tetap berjatuhan dari langit.

Salju berkecepatan tinggi

Salju dapat jatuh ke permukaan bumi secara perlahan tapi juga dengan kecepatan sembilan meter per jam, tergantung kondisi udara saat itu.

Butiran salju mengumpulkan air saat mereka jatuh dari langit dan arah angin dapat mempercepat proses jatuhnya. Proses salju lepas dari awan dan mencapai permukaan tanah butuh setidaknya satu jam.

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris diBBC Earth, dengan judulSurprising facts about snow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *