Habib Bahar bin Smith masih diperiksa untuk kasus penganiayaan anak


Hak atas foto
Julia Alazka untuk BBC Indonesia

Habib Bahar bin Smith masih diperiksa tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat terkait dugaan penganiayaan anak, di Mapolda Jabar, Bandung.

Penceramah asal Manado itu dikawal ketat aparat kepolisian, serta massa pendukungnya yang sebagian menggunakan baju bertuliskan pembela ulama. Ia masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (18/12).

Bahar didampingi penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum FPI, Munarman. Saat ditanya wartawan apakah siap menjalani pemeriksaan, ia menjawab singkat, “Alhamdulilah siap,” katanya seperti dilaporkan wartawan Bandung, Julia Alazka, untuk BBC News Indonesia.

Bahar diperiksa setelah dilaporkan ke Polres Bogor atas kasus dugaan penganiayaan terhadap dua orang anak, yakni MHU (17) dan ABJ (18). Penganiayaan itu diduga terjadi pada Sabtu 1 Desember 2018 di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bahar dijerat atas dugaan pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan/atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak, dan dibidik dengan pasal 170 KUHP dan/atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Hak atas foto
Julia Alazka untuk BBC Indonesia

Sebelumnya, Bahar juga diperkarakan dalam kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo.

Bareskrim Polri telah menetapkan Bahar sebagai tersangka di Bareskrim Polri pada 6 Desember 2018. Pasal yang disangkakan ke Bahar adalah Pasal UU tahun 2008 terkait penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Ia dilaporkan setelah dalam salah satu ceramahnya ia antara lain mengucapkan bahwa Presiden Jokowi adalah ‘banci,’ yang ‘kalau dibuka celananya…” akan terlihat bahwa ia ‘mungkin sedang haid…’

Ia juga mengatakan dalam ceramah itu bahwa Jokowi hanya menguntungkan orang keturunan Cina.

Berita ini masih terus diperbaharui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *