Hoaks penculik anak di India, dua pemuda meregang nyawa di tangan warga


Desas-desus palsu yang tersebar luas di WhatsApp menyebabkan gelombang kekerasan di India.

Orang-orang meneruskan pesan-pesan palsu tentang penculik anak kepada teman dan keluarga karena rasa kewajiban melindungi orang-orang dan komunitas yang mereka cintai.

Namun tanpa memeriksa kebenaran desas-desus itu, warga justru memilih main hakim sendiri yang justru menyebabkan terbunuhnya orang yang tidak bersalah.

Dua diantaranya adalah Nilotpal Das dan Abhiseek, dua pemuda Assam yang harus meregang nyawa di tangan warga.

Di sisi lain, menurut penelusuran yang dilakukan BBC, setidaknya 32 orang tewas dalam setahun terakhir dalam insiden yang disebabkan desas-desus rumor di media sosial ataupun aplikasi pesan singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *