Industri 4.0, Palapa Ring, dan B20: Kamus istilah debat kedua capres


Hak atas foto
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Image caption

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Dalam debat kedua antara kandidat capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang berlangsung pada Minggu (17/2), muncul beberapa istilah khusus yang digunakan oleh masing-masing capres dan kemudian memicu pencarian di internet.

Debat kedua dari lima debat yang direncanakan oleh KPU tersebut membahas soal infrastruktur, lingkungan, sumber daya alam, energi, dan pangan.

Beberapa istilah seperti Industri 4.0, Palapa Ring, B20, sampai unicorn, belakangan memunculkan banyak meme dan kemudian muncul dalam pencarian populer Google.

Apa sebenarnya yang dimaksud dalam istilah-istilah tersebut? Kami mengumpulkannya dalam kamus singkat berikut ini.

Industri 4.0

Industri 4.0 adalah istilah yang menandai tahapan berikutnya dalam revolusi industri.

Revolusi industri pertama didorong oleh alat-alat dengan tenaga uap dan air, kemudian muncul revolusi industri kedua yang menggunakan kekuatan listrik untuk mendorong produksi massal dan lini perakitan (assembly line), sementara revolusi industri ketiga adalah penggunaan komputer dan sistem otomatis.

Selanjutnya, di revolusi industri 4.0, sistem komputer tersebut kemudian menjadi lebih cerdas, diperkaya oleh data, selain juga sistem berdasarkan pembalajaran mesin.

Intinya, bagaimana praktik-praktik industri yang kita kenal sekarang semakin beralih ke teknologi komputerisasi yang canggih dan semakin terotomatisasi di sekitar kita.

Dalam debat Minggu (17/2), Presiden Jokowi mengatakan bahwa, “Dalam revolusi industri 4,0 ini kita tahu ada proses industri dengan kecepatan yang sangat tinggi, artificial intelligent, big data, advance robotic semuanya. Saya meyakini dengan persiapan pembangunan SDM kita akan bisa persiapkan bangsa kita menuju revolusi industri 4.0.”

Jokowi juga menyatakan bahwa dia juga ingin agar hubungan petani dan konsumen semakin dekat dengan memanfaatkan sistem-sistem online tersebut.

Sementara itu, kandidat capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan bahwa meski dia paham akan “dahsyatnya perkembangan 4.0 yang akan datang” dan berdampak pada pengurangan pekerja akibat digantikan oleh robot, namun “kita masih belum bisa membela petani-petani kita sendiri, belum sejahtera. Ini yang kita masalahkan. Kita juga belum bisa menjamin harga terjangkau.”

Prabowo menyebut bahwa dia ingin Indonesia bisa menyediakan pangan tanpa campur tangan asing.

Unicorn

Sebelum pembahasan soal industri 4.0, Presiden Jokowi lebih dulu menanyakan pada saingannya, Prabowo Subianto, apa strateginya untuk mengembangkan unicorn. Prabowo kemudian memastikan apakah unicorn yang dimaksud adalah “yang online-online itu”.

Pertanyaan ini kemudian memunculkan meme dan komentar dari warganet soal unicorn.

Menurut catatan Spredfast, sampai berita ini diturunkan ada sekitar 135.000 cuitan terkait unicorn.

Yang dimaksud dengan unicorn adalah perusahaan rintisan berbasis teknologi (start-up) dengan taksiran nilai di atas US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa ada tujuh unicorn di Asia Tenggara dan empat di antaranya berasal dari Indonesia.

Empat perusahaan start-up yang berlokasi di Indonesia dan sudah mencapai status unicorn itu adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Selain itu, Jokowi menggunakan kesempatan itu dalam debat untuk menyebut soal programnya mengembangkan 1.000 start-up baru, dan Palapa Ring yang “sangat membantu berkembangnya unicorn”, serta memperluas sistem 4G baru yang “74% sedang kita kembangkan”, selain juga regulasi yang mudah.

Prabowo menjawab bahwa dia akan “mendukung segala upaya untuk memperlancar” perusahaan start up, seperti lewat pembenahan aturan hukum dan pajak agar tidak membatasi industri yang sedang berkembang itu.

Namun Prabowo juga mengatakan bahwa dengan telekomunikasi berkembang dengan sangat cepat maka terjadi disparitas, dan dia khawatir bahwa, “kalau ada unicorn, ada teknologi hebat saya khawatir lebih mempercepat nilai tambah dan uang kita lari ke luar negeri. Ini yang saya khawatir, ya silakan Anda ketawa, tapi ini masalah bangsa, kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia.”

Palapa Ring

Palapa Ring adalah program infrastruktur internet yang pembangunannya dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan pihak ketiga.

Proyek pembangunan serat optik sepanjang 36.000 kilometer ini dimulai tendernya pada 2015 dan nantinya akan menjangkau 440 kota/kabupaten di Indonesia.

Keterangan resmi di situs Kementerian Kominfo menyatakan bahwa program ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

“Proyek infrastruktur itu sebenarnya sempat muncul pada 2007. Namun, mengalami kendala dan terbengkalai hampir satu dekade,” menurut pernyataan tersebut.

Proyek Palapa Ring terbagi dalam tiga paket, yaitu Paket Barat, Tengah dan Timur. Palapa Ring Barat menjangkau wilayah di Sumatera, termasuk Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dan Kalimantan, sementara Palapa Ring Tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai Kepulauan Sangihe-Talaud) dan Palapa Ring Timur akan menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua termasuk pedalamannya.

Keterangan tersebut mengklaim bahwa pembangunan Palapa Ring “sudah hampir 100% selesai”.

“Hingga saat ini sudah dua paket Palapa Ring yang rampung yaitu Palapa Ring Barat yang sudah selesai pada Maret 2018, dan Palapa Ring Tengah pada Desember 2018. Sedangkan untuk Palapa Ring Timur hingga saat ini sudah selesai 89,57%,” berdasarkan pernyataan itu lagi.

Nantinya, proyek ini “memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps”.

B20 dan B100

Dalam pertanyaan soal energi dan pangan, kandidat capres Prabowo Subianto ditanya oleh moderator apa yang akan dilakukannya untuk memperbaiki tata kelola sawit, namun target B20 bisa tercapai, buruh kebun sejahtera, dan pengelolaan lingkungan terjaga.

Menurut Prabowo, dia akan menerapkan perkebunan inti rakyat yang bisa mendorong keuntungan lebih besar untuk petani sawit dan bahwa Indonesia mampu untuk swasembada di bidang energi dan meniru Brasil yang bisa mencapai B100.

Menurut situs resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, B20 adalah program pemerintah untuk mewajibkan pencampuran 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis solar.

Program B20 mulai diberlakukan sejak Januari 2016, namun perluasan pemakaiannya diresmikan pemerintah sejak akhir Agustus 2018, sehingga sejak 1 September 2018, SPBU hanya menjual solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 20%.

Bahan baku biodiesel itu berasal dari minyak sawit. Program ini diharapkan akan meningkatkan permintaan domestik kelapa sawit dan menaikkan harga komoditas tersebut, selain juga untuk mengurangi impor bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *