Likuifaksi, ‘tanah bergerak’ yang buat rumah warga Petobo dan Balaroa amblas

Tidak hanya gempa dan tsunami, warga Palu juga dilanda fenomena likuifaksi atau ‘tanah bergerak’ yang membuat bangunan amblas.

Wilayah Petobo, Sigi dan Balaroa merupakan yang paling parah terdampak likuifaksi. Warga memberikan berbagai kesaksian mereka melihat rumah, pohon, bahkan menara pemancar ‘berjalan’.

Pada ahli memandang daerah yang terkena gempa pada hari Jumat (28/09) memang rawan terjadinya likuifaksi karena susunan tanah yang berpasir.

“Di Palu itu potensi likuifaksi memang ada. Tahun 2012 kita sudah mengidentifikasi kota Palu sendiri, di bagian tengah rata-rata endapan berumur masih muda, banyak pasir, lumpur yang masih belum terikat, masih gembur,” kata Taufiq Wira Buana, peneliti Badan Geologi, kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

*Catatan: Animasi dalam video tidak sesuai skala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *