Peraih Nobel perdamaian, Elie Wiesel wafat

Hak atas foto Getty
Image caption Pernah menjadi jurnalis, Elie Wiesel menjadi kondang setelah menuliskan pengalamannya – saat remaja – dibuang di kamp-kamp konsentrasi Nazi.

Peraih Nobel Perdamaian, penulis berlatar Yahudi serta penyintas Holocaust, Elie Wiesel meninggal dunia dalam usia 87 tahun.

Dia meninggal dunia di Amerika Serikat, tempatnya tinggal sejak tahun 1960-an sekaligus menjadi warga negaranya.

Pada 1986, Elie Wiesel dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian atas peran dan sikapnya yang lantang menentang kekerasan, penindasan dan rasisme.

Kepastian kepergian penulis kondang itu diumumkan oleh Yad Vashem Holocaust Memorial, Sabtu (2/07), tetapi tidak menjelaskan penyebab kematiannya.

Pernah menjadi jurnalis, Elie menjadi kondang setelah menuliskan pengalamannya – saat remaja – dibuang di kamp-kamp konsentrasi Nazi.

Di kamp konsentrasi itulah, mantan jurnalis ini kehilangan ibu, ayah dan adik perempuannya.

Hidupnya didedikasikan untuk memastikan kebenaran kekejaman Nazi selama Perang Dunia II, membuatnya dijuluki sebagai “menara penerang” oleh presiden World Jewish Congress..

Suara moral

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggambarkan mendiang sebagai “salah satu suara moral berpengaruh” saat ini.

Hak atas foto AFP
Image caption Pada 1986, Elie Wiesel (tengah) dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian atas peran dan sikapnya yang lantang menentang kekerasan, penindasan dan rasisme.

Elie Wiesel lahir di Rumania pada 1928. Pada 1940, kota tempat tinggalnya, Sighet, merupakan salah-satu wilayah yang dikuasai Hungaria.

Empat tahun kemudian, semua warga Yahudi di kota itu – termasuk dirinya yang berusia 15 tahun dan keluarganya – dibuang ke kamp konsentrasi Auschwitz.

Ibu Wiesel dan salah-seorang saudaranya dibunuh di ruangan gas. Adapun ayahnya tewas karena kelaparan dan disentri di kamp Buchenwald. Dua saudara lainnya selamat.

Setelah perang usai, Wiesel tinggal di sebuah panti asuhan Prancis dan dia kemudian menjadi seorang jurnalis.

Dia menulis lebih dari 60 buku, yang diawali karyanya yang berjudul Night (1955) – sebuah memoar tentang pengalamannya di kamp-kamp konsentrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *