Pesawat tergelincir di Pontianak: Insiden ke-sekian Lion Air dalam sepekan terakhir


Hak atas foto
ADEK BERRY/AFP/Getty Images

Image caption

Pesawat Lion Air terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-714 yang tergelincir di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Sabtu (16/2) sore, telah dievakuasi ke landasan parkir bandara Minggu (17/2) pagi.

Insiden tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah pendaratan kembali pesawat Lion Air lainnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (12/2), akibat kendala teknis.

“Pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS sudah berhasil dievakuasi dan telah ditempatkan pada posisi sempurna di landasan parkir (apron) bandar udara,” seperti tertulis dalam keterangan pers dari Lion Air, Minggu (17/2).

Sebelumnya, juga melalui keterangan persnya, Lion Air menyatakan bahwa penerbangan dari Cengkareng ke Pontianak itu telah dipersiapkan secara baik. Pesawat tersebut disebut telah menjalani pengecekan lebih awal dan dinyatakan laik terbang.

“Saat situasi ini terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan,” ungkap Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro.

Hak atas foto
Dok. twitter @akbaridheIF/DETIKCOM

Image caption

Pesawat Lion Air JT-714 tergelincir keluar landasan di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Sabtu (16/2).

Akan tetapi, pesawat yang mengangkut 180 penumpang dewasa dan dua bayi itu keluar landasan saat mendarat di Pontianak yang tengah diguyur hujan. Akibatnya, badan pesawat menghalangi landasan sehingga menganggu aktivitas penerbangan.

Empat penerbangan Lion Air lainnya pun terpaksa dibatalkan, begitu juga sejumlah penerbangan lain dari maskapai NAM Air, Citilink, dan Garuda Indonesia yang harus ditangguhkan.

Proses evakuasi pesawat dari landasan langsung dilakukan Sabtu kemarin, setelah mendapat ijin dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Bandara Supadio melalui akun Twitternya menyatakan bahwa aktivitas bandara akan kembali dibuka Minggu pagi.

“Selamat Siang Tweeps, kami infokan bahwa @supadioairport sudah beroperasi kembali, Terima kasih ??,” cuit akun Twitter resmi Bandara Internasional Supadio, @supadioairport, Minggu (17/02).

Sementara itu, seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut selamat, meski dua penumpang perempuan di antaranya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis.

Investigasi atas insiden tersebut tengah dilakukan KNKT dan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan untuk selanjutnya menjadi rekomendasi bagi Lion Air.

Insiden ke-sekian dalam sepekan terakhir

Keluarnya pesawat Lion Air JT-714 dari landasan pacu di Pontianak menjadi insiden ketiga yang dialami maskapai berlambang kepala singa tersebut seminggu terakhir.

Sebelumnya, pada 12 Februari lalu, penumpang penerbangan Lion Air JT-780 dengan rute Makassar-Palu dibuat panik, lantaran harus melakukan pendaratan kembali di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, akibat adanya kendala teknis.

Hak atas foto
MUHAMMAD IQBAL/ ANTARA FOTO

Image caption

Maskapai Lion Air besutan Rusdi Kirana tumbuh menjadi salah satu maskapai dengan jangkauan terluas di Indonesia.

Dalam keterangan pers yang diterima BBC News Indonesia, Lion Air mengklaim bahwa prosedur penerbangan telah dilakukan sebagaimana mestinya dan pesawat pun dinyatakan laik terbang. Namun setelah terbang selama 30 menit, pilot memutuskan untuk melakukan prosedur pendaratan kembali (return to base) akibat masalah teknis.

“Keputusan tersebut sudah sesuai prosedur operasional dikarenakan ada technical dan membutuhkan penanganan maupun pengecekan kembali pada pesawat di darat,” ungkap Danang dalam keterangannya.

Selain return to base di Makassar, pada Kamis (14/2) lalu, sejumlah penumpang Lion Air di nomor penerbangan JT-293 rute Pekanbaru ke Soekarno-Hatta dikejutkan dengan keberadaan seekor binatang yang diduga kalajengking di dalam kabin pesawat.

Hak atas foto
DETIKCOM

Image caption

Seekor binatang yang tampak seperti kalajengking didapati berada di sela bagasi kabin penerbangan Lion Air JT-293, Kamis (14/2).

Lion Air menanggapi temuan tersebut dengan melakukan penyelidikan intens. Meski demikian, mereka mengaku tak menemukan binatang yang disebutnya “menyerupai seekor laba-laba”.

“Petugas layanan darat (ground handling) dan teknisi segera menjalankan penanganan mendalam serta menyeluruh pada pesawat setelah penumpang maupun kargo selesai diturunkan, namun tidak ditemukan binatang tersebut,” papar Lion Air dalam press release-nya.

Lion Air juga mengaku bahwa sebelumnya telah melaksanakan pengendalian hama dan binatang berupa fumigasi Oktober 2018 lalu dan melakukan pest control pada 6 Februari 2019 dalam pesawat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *