Samsul Saguni, WNI yang disandera terduga kelompok Abu Sayyaf Filipina, dibebaskan


Hak atas foto
STR/AFP/Getty Images

Image caption

Penyanderaan nelayan Indonesia sudah sering terjadi. Sebagian bisa melarikan diri, sebagaimana Muhamad Sofyan, yang berhasil meloloskan diri dari sekapan kelompok Abu Sayyaf yang menculiknya pada tahun Agustus 2016. Dalam gambar, ia dikawal saat memasuki kantor polisi Jolo, provinsi Sulu, Filipina.

Samsul Saguni, seorang nelayan asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang disandera sebuah kelompok bersenjata yang diduga pimpinan Abu Sayyaf di Filipina, telah dibebaskan. Kementerian Luar Negeri mengatakan pembebasan dilakukan tanpa tebusan.

“Samsul Saguni saat ini masih berada di Pangkalan Militer Westmincom di Jolo, Filipina Selatan, guna pemeriksaan kesehatan dan menunggu diterbangkan ke Zamboanga City,” kata Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, dalam pernyataan melalui pesan seluler.

Samsul Saguni, yang diculik pada tanggal 11 September tahun lalu, dibebaskan pada Selasa (15/1) dan diterima aparat Filipina pada sore hari sekitar pukul 16.30.

“Setelah diserahterimakan secara resmi kepada KBRI Manila, Samsul Saguni akan diproses pemulangannya ke Indonesia,” katanya pula.

Ketika ditanya apakah ada uang tebusan yang dibayarkan untuk pembebasannya, Lalu Muhammad Iqbal menjawab “Tidak ada tebusan.”

Namun, beberapa waktu lalu, beredar video yang memperlihatkan Samsul meminta agar nyawanya diselamatkan.

Samsul Saguni diculik bersama seorang warga Indonesia lainnya, Usman Yunus, pada 11 September 2018, saat menangkap ikan di perairan pulau Gaya, Semporna, Sabah.

Namun, “Usman Yunus telah lebih dahulu bebas pada tanggal 7 Desember 2018,” kata Lalu Muhammad Iqbal. Menurut pemberitaan, Usman lolos setelah berhasil melarikan diri dari para penyekapnya.

Disebutkannya, masih ada dua orang WNI yang saat ini masih dalam sekapan kelompok bersenjata di Filipina Selatan.

Hak atas foto
Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images

Image caption

Aksi solidaritas sejumlah WNI di depan Kedubes Filipina, tahun 2016, setelah bermunculannya kasus penculikan terhadap pelaut dan nelayan WNI oleh berbagai kelompok bersenjata Filipina Selatan, khususnya kelompok Abu Sayyaf.

Sejak 2016, ada 36 WNI yang disandera di Filipina Selatan dan 34 diantaranya sudah bebas, sebagian kecil karena berhasil melarikan diri, ada yang dibebaskan dalam operasi aparat Filipina. Ada pula yang dilepas oleh para penculiknya, yang oleh berbagai kalangan diduga karena ada pihak yang membayar uang tebusan yang dituntut para penculik.

Berbagai kelompok bersenjata di Filipina Selatan sejak bertahun lalu menculik para nelayan atau orang asing yang melaut di sekitar wilayah itu untuk dimintai uang tebusan.

Berita ini masih akan terus diperbaharui dan dilengkapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *