All England 2019: Kevin/Marcus dan Anthony Ginting tersingkir pada babak pertama


Hak atas foto
ANTARA FOTO/Widya Amelia/Humas PP PBSI

Image caption

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon saat bertanding melawan ganda putra Cina Zhang Nan/Liu Cheng pada babak pertama All England 2019 di Arena Brimingham, Inggris, Rabu (6/3).

All England 2019 baru berlangsung sehari, namun Indonesia sudah harus kehilangan andalan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon serta tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

Dalam ajang badminton yang bergulir pada 6-10 Maret di Arena Birmingham, Inggris, Kevin/Marcus dikalahkan wakil Cina, Zhang Nan/Liu Cheng (Ci), dengan skor 19-21, 22-20, 17-21.

Sejak set pertama, kedua pemain ini sering berada di bawah tekanan Zhang/Liu. Meski dapat merebut set kedua, Kevin/Marcus tidak mampu tampil dalam kondisi terbaik mereka.

Padahal, duo tersebut diharapkan mencetak hattrick setelah menjadi juara All England dua kali pada 2017 dan 2018.

“Hari ini saya tampil kurang baik, lawan lebih siap dari kami. Soal beban pasti ada, cuma ya nggak terlalu siap ke sini, persiapan memang kurang,” kata Marcus sebagaimana dikutip badmintonindonesia.org, situs resmi PBSI.

“Soal lawan, nggak ada perubahan terlalu banyak, kurang lebih permainan mereka sama seperti itu. Masih banyak yang perlu ditingkatkan dari kami,” timpal Kevin.

Hak atas foto
ANTARA FOTO/Widya Amelia/Humas PP PBSI

Pada pertandingan itu wasit sempat memberikan kartu merah kepada Marcus pada set kedua lantaran dianggap terlambat kembali ke lapangan setelah rehat 20 detik.

Nggak tahu juga kenapa, katanya telat masuk lapangan, padahal barengan(dengan lawan). Pasti ada pengaruhnya, lumayan lawan dapat satu poin,” ujar Marcus.

Dengan kekalahan Kevin/Marcus, sektor ganda putra tinggal menyisakan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Anthony Ginting juga tersingkir

Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting gagal melaju ke babak kedua setelah ditundukkan Ng Ka Long Angus dari Hong Kong, dengan skor 18-21, 21-13, 11-21.

“Di game pertama dari awal poin saya memang ketinggalan, tapi saya sempat memimpin 18-17 dan lawan langsung dapat empat poin. Dari situ saya merasa kecewa, di poin kritis saya seperti buru-buru mau mematikan,” ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org.

“Di game ketiga dia tidak ada perubahan, tapi tetap menekan dan lebih banyak inisiatif menyerang saya. Dia juga tidak memberi saya kesempatan untuk menyerang, saya tidak bisa fokus seperti game sebelumnya dan tidak bisa menerapkan strategi,” tambah Anthony.

Hak atas foto
Antara Foto

Image caption

Pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting tersingkir pada babak pertama All England 2019.

Pada pertandingan lain, Jonatan Christie mampu merebut tiket babak kedua setelah mengalahkan wakil Korea, Lee Dong Keun.

Kemenangan direbut peraih medali emas Asian Games 2018 ini dengan skor 21-16, 21-19.

Hak atas foto
ANTARA FOTO/Widya Amelia/Humas PP PBSI

Image caption

Pebulu tangkis putra Indonesia Jonatan Christie berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Korea Selatan Lee Dong Keun saat babak pertama All England 2019 di Arena Brimingham, Inggris, Rabu (6/3).

Ganda campuran ‘perang saudara’

Pada sektor ganda campuran, sebanyak empat wakil Indonesia harus saling berhadapan dalam laga babak pertama.

‘Perang saudara’ pertama harus dilakoni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Duel Tontowi/Winny dan Alfian/Marsheilla dimenangkan oleh Tontowi/Winny dengan skor 21-7, 21-18.

Satu laga lain akan mempertemukan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada Kamis (7/3) malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *