Bagaimana mendeteksi harimau sebelum raja hutan ini menerkam Anda


Hak atas foto
AFP

Image caption

Mendengarkan ragam suara binatang di dalam hutan merupakan salah satu metode terbaik mendeteksi harimau.

Hutan memiliki alarm atau penanda alamiah terhadap keberadaan harimau.

Memahami tingkah laku binatang sangat vital bagi insan dokumenter, terutama jika subjek yang mereka abadikan jago menyamar.

Jika Anda berada di hutan yang lebat dan luas di India dan Anda tak tahu pasti keberadaan harimau yang hendak Anda rekam, satu-satunya indera yang dapat Anda andalkan hanyalah pendengaran.

Situasi seperti itulah yang dihadapi Theo Webb, sutradara episode ‘Harimau’ pada serial BBC bertajuk Dynasties.

Webb mengisahkan pengalaman menakjubkan pembuatan film itu dalam episode kelima podcast BBC Earth.

Jejak langkah dan tanda-tanda aktivitas harimau akan memaparkan kepada Anda yang terjadi dalam pemburuan malam sebelumnya.

Namun jika harimau itu menghilang ke semak belukar yang lebat, satu-satunya cara melacak keberadaannya adalah berdiri dan mendengar teriakannya.

Bukan suara dari harimau itu, melainkan dari calon mangsa yang tengah memperingatkan kawan-kawannya tentang lokasi sang predator.

Dengan cara itu, Webb dan anggota timnya dapat melacak seruan calon mangsa dan tentu saja jejak langkah harimau dalam hutan.

Para pemandu tim yang merupakan warga lokal pun dapat memprediksi jalur sang harimau dan lokasi kemunculannya.

Hak atas foto
Theo Webb/NHU

Tim produksi yang dipimpin Webb menemukan salah satu indikator suara yang paling berguna berasal dari kera ekor panjang. Binatang ini secara menakjubkan membuat dua suara berbeda untuk menunjukkan tanda bahaya dari macan tutul dan harimau.

Rusa bintik, mangsa favorit harimau, merespons alarm dari kera ekor panjang dengan cara menyalak terus-menerus.

Adapun tanda lainnya yang dapat didengarkan ketika melacak keberadaan harimau adalah suara rusa sambar. Binatang ini mengeluarkan jeritan parau saat menyadari kehadiran harimau di sekitarnya.

Suara riuh rendah yang muncul seketika dari sejumlah binatang di hutan menandakan bahwa sang harimau tengah berburu mangsa.

Hak atas foto
Theo Webb/NHU

Webb juga terkejut mendengar harimau yang ternyata berisik. Harimau saling memanggil, menggeram saat berkembang biak dan mengaum setelahnya.

Manusia selalu ingin berkomunikasi dengan binatang dan cakupan suara yang luas memudahkan makhluk hidup untuk berhubungan dengan makhluk lain juga.

Mempelajari vokal baru, untuk seekor burung beo misalnya, memungkinkan mereka mengubah suara untuk melebur ke kawanan baru. Di sisi lain, ini juga menunjukkan kekuatan pikiran seekor binatang dalam ritual berkembang biak.

Paus beluga dan lumba-lumba mempelajari ratusan vokal baru selama hidup mereka. Sementara itu, orangutan dan gajah pernah terekam mengimitasi cara bicara manusia.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Setiap spesies memiliki cara berbeda untuk mengabarkan keberadaan mangsa.

Tidak semua binatang dapat melakukan hal ini. Ada sejumlah untai tertentu di dalam otak yang mengontrol otot saat binatang mengeluarkan suara. Hanya beberapa binatang yang memiliki kemampuan ini.

Lebih dari 50 gen milik manusia, burung beo, burung penyanyi, dan kolibri menunjukkan pola aktivitas yang sama saat tengah mempelajari vokal baru. Artinya, manusia dan burung penyanyi menggunakan gen yang sama saat bersenandung.

Binatang yang tidak bisa mempelajari vokal baru seperti ayam dan kera tidak mengaktifkan gen ini dengan cara yang sama.

Seperti yang dikatakan oleh Webb, sangat mengasyikkan memusatkan perhatian pada frekuensi suara monyet dan menggunakan vokal itu untuk melacak binatang lain yang tak dapat kita lihat secara langsung.

Daripada berbicara dengan binatang, seperti yang pernah dikatakan Dr Dolittle dalam film komedi fantasi produksi tahun 1998, mungkin lebih baik kita fokus mendengarkan mereka.

Anda dapat membaca artikel ini How to spot a tiger before it finds you dalam bahasa Inggris di BBC Earth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *