Galeri foto: Hidup di Korea Utara


Hak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang gadis kecil bermain cello di Taman Kanak-Kanak Chongnam, Chongjin, Provinsi Hamgyong Utara.

Apa rasanya hidup di Korea Utara? Fotografer Tariq Zaidi mencoba menjawab pertanyaan itu dengan menangkap momen-momen tak terduga dalam keseharian siswa dan masyarakat, saat dia mengunjungi Korea Utara tahun lalu.

Saya mengunjungi delapan dari sembilan provinsi di Korea Utara dan di sepanjang perjalanan, saya mengunjungi sekolah, tempat penitipan anak dan sekolah musik. Tidak banyak orang luar yang mendapatkan kesempatan mengunjungi Korea Utara dan bagi mereka yang mendapatkan kesempatan itu, mengambil foto adalah hal yang sangat sulit dilakukan.

Ini adalah rangkaian foto yang diizinkan untuk diambil oleh pengawas Korea Utara, dan foto-foto ini menawarkan sedikit gambaran tentang bagaimana rasanya hidup di negara yang tertutup dan terisolasi.

Perjalanan saya dimulai dari Dandong, kota yang berbatasan dengan Cina di utara dan berakhir di Kaesong, kota perbatasan dengan Korea Selatan. Saya juga melintasi Korea Utara dari Pyongyang ke Wonsan di pesisir timur dan kemudian kembali ke utara melewati Chongjin dan Hoeryong di dekat perbatasan Cina-Rusia.

Meskipun rangkaian foto ini tidak bisa dibilang komprehensif, saya bisa sedikit memahami budaya dan lingkungan sosial, serta aspirasi anak-anak yang saya temui.

Kemanapun saya pergi sewaktu berada di Korea Utara, saya selalu mencoba mengunjungi sekolah. Ada banyak jenis sekolah di Korea Utara dan seperti sekolah-sekolah lainnya di dunia, para siswa juga kerap melakukan darmawisata ke museum dan institusi pemerintahan.

Young girl plays a traditional Korean drumHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Siswa ini tengah berlatih memainkan drum tradisional Korea di Hoeryong Schoolchildren’s Palace

Mothers play on a slide with their childrenHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Ibu-ibu sedang menemani anak mereka di sebuah taman bermain di Pyongyang.

Banyak murid yang ingin menunjukkan kefasihan mereka berbahasa Inggris dan di beberapa sekolah, turis yang berkunjung dianjurkan berdiskusi dengan siswa terbaik mengenai berbagai topik.

Kebanyakan percakapan yang terjadi adalah tentang pengetahuan umum ataupun topik-topik budaya pop, seperti misalnya, The Beatles. Ini sungguh mengejutkan, karena banyak yang berasumsi di Korea Utara, Anda tidak bisa berbicara sembarangan tentang berbagai topik. Namun para siswa begitu terbuka.

Di saat yang bersamaan, Anda menyadari bahwa Anda berada di Korea Utara dan ini adalah sekolah yang diizinkan untuk dikunjungi oleh turis. Diskusi yang terjadi di sekolah lain, mungkin saja berbeda.

Girl studyingHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang siswa tengah membaca buku di perpustakaan provinsi di Chongjin.

Mother and child walk around in PyongyangHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang ibu menggendong anaknya di Pyongyang.

Beberapa sekolah yang kami kunjungi punya fasilitas yang sangat lengkap bagi siswa terbaik. Kami diberi tahu bahwa sekolah ini disebut ‘sekolah istana’. Tentu saja ada banyak sekolah lainnya, tapi kami tidak dibawa berkunjung ke sana.

Fasilitas yang terdapat di sekolah istana difokuskan pada bidang olahraga, musik, dan budaya. Banyak siswa yang bersemangat mengajak para turis berkeliling dan bahkan mengajak mereka bermain sepak bola atau basket.

Tetapi di luar agenda kunjungan ke destinasi yang telah ditentukan oleh pemerintah, ada perjalanan-perjalanan di mana saya dapat menangkap gambar yang jujur dan spontan: seorang ayah memeluk anaknya di kereta, seorang ibu bermain dengan anak-anaknya di taman bermain, sementara saya sedang berada di bus tur. Mereka bahkan tidak tahu saya ada di sana.

Momen-monen itulah yang justru membantu menggambarkan hal yang jelas tetapi penting – bahwa tidak peduli apa pun aturan yang Anda jalani, keluarga di Korea Utara tidak jauh berbeda dengan keluarga di negara lain dan siswa-siswa di sekolah juga punya tujuan dan ambisi pribadi seperti juga siswa lainnya di dunia.

A family rides the metro in PyongyangHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang ayah bercanda dengan anaknya di kereta komuter di Pyongyang dengan latar belakang foto Kim Il-sung dan Kim Jong-il.

A mother watches her child, who sits in the basket of a bicycleHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang ibu membonceng anaknya di keranjang sepeda di Kaesong

Portrait of girl in traditional dressHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Gadis kecil menggunakan pakaian tradisional Korea di Hoeryong.

Presentational white space

A 'moving image' wall of 17,490 schoolchildren creating a mosaic of a boy and a girlHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

‘Gambar bergerak’ dari 17,490 siswa membentuk mosaik seorang anak laki-laki dan perempuan di sebuah sekolah di Pyongyang.

A young school girl (left), her mother (second from the left) and two women at the stamp museum in PyongyangHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Siswa melakukan kunjungan ke museum perangko di Pyongyang

Dance class at the Mangyongdae schoolchildren's palace in PyongyangHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Kelas tari di sekolah istana Mangyongdae di Pyongyang

Boys practice on the gymnastic parallel bars in their school playground in HoeryongHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang siswa menggunakan fasilitas olahraga di taman sekolah di Hoeryong

Girl in traditional dress plays the pianoHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Gadis kecil menggunakan pakaian tradisonal Korea bermain piano di Taman Kanak-Kanak Chongnam di Chongjin

Baby looking out of a Pyongyang bus while her father holds her secureHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang ayah dan anaknya di sebuah bus di Pyongyang

Girl studyingHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang siswa tengah membaca buku di perpustakaan provinsi di Chongjin.

Girl checks her mobile phone while riding her bicycleHak atas foto
Tariq Zaidi

Image caption

Seorang gadis memeriksa ponselnya sembari mengendarai sepeda di Kaesong.

Anda bisa melihat hasil karya Tariq Zaidi di Instagram (@tariqzaidiphoto), Facebook (@tariqzaidiphotography) dan situs pribadinya https://www.tariqzaidi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *