Kebun di atap masjid: Dari membantu jemaah hingga membiayai operasional masjid


Pandemi Covid-19 sejak setahun terakhir telah membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian, Tidak hanya itu, pandemi virus corona juga membuat pemasukan bagi operasional masjid terhenti.

Termasuk Masjid Baitussalam di Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat. Masjid yang berdiri sejak tahun 1960-an itu praktis sepi dan tanpa pemasukan untuk biaya operasional.

Mengatasi hal itu, salah seorang pengurus masjid mencetuskan ide memberdayakan jemaah yang kehilangan pekerjaan, dalam aktivitas bercocok tanam tanpa tanah – atau hidroponik – dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 200 m2 di atap masjid.

Ini sekaligus menandai dimulainya Masjid Baitussalam Farm (MB Farm).

Sofyan, yang kehilangan pekerjaan di jasa pembuatan paspor, menjadi ketua kelompok petani di kebun hidroponik tersebut.

“Ide awalnya selain mencari kesibukan bagi para pengurus DKM dan jamaah, juga supaya ada sumbangsih ke masjid dan untuk petaninya sendiri,” ujar Dwi Sudaryono, pengurus Masjid Baitussalam.

“Jadi banyak jamaah yang kena PHK, lagi kosong, bisa diberdayakan di atas. Keuntungan ini bisa menyumbang masjid, pengurus atau petaninya bisa mendapatkan hasil daripada tidak ada kegiatan, jadi ada income tambahan,” sebutnya.

Video produksi: Ayomi Amindoni