Terduga teroris ditangkap di Sibolga, polisi sebut sang istri ledakkan diri


Hak atas foto
Antara/Damai Mendrofa

Image caption

Personel kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/3).

Pasca-penangkapan seorang terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/3) kemarin, setidaknya terjadi tiga ledakan bom terdengar dari arah rumah pelaku.

Dua ledakan terkini berlangsung pada Rabu (13/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi lantas menyatakan bahwa sang istri meledakkan diri dalam kejadian tersebut.

“Info dari lapangan, istri meledakkan diri sekitar pukul 02.00 WIB,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (13/3), yang dikutip Detik.com

Hingga Rabu pagi, polisi masih mensterilisasi lokasi. Warga dievakuasi untuk menghindari potensi ledakan bom susulan pasca ledakan Rabu dini hari tersebut.

Husain alias Abu Hamzah ditangkap Densus 88 Antiteror di luar rumahnya Selasa, 12 Maret 2019, sekitar pukul 14.23 WIB. Ia merupakan anggota jaringan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada (PS) yang ditangkap di Lampung hari Sabtu (9/3) lalu. Jaringan tersebut diduga berafiliasi dengan ISIS.

Saat polisi akan menggeledah rumah Husain, sekitar pukul 14.40 WIB, sebuah bom meledak dan melukai petugas. Belum diketahui apakah bom tersebut sengaja diledakkan atau tidak.

“Ini yang sedang kita dalami, yang paling penting kita melakukan negosisasi. Dari situ langkah-langkah ke depan melakukan penyelidikan, termasuk melakukan pendalaman yang diduga bom,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan, Selasa (12/3), seperti dikutip dari Detikcom.

Di dalam rumah yang terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga, Sumatera Utara, polisi mengatakan masih terdapat istri dan anaknya.

Sejak ledakan bom pertama, polisi terus bernegosiasi dengan istri Husain alias Abu Hamzah agar menyerahkan diri.

“Istrinya itu tidak mau keluar dan bersama tiga anaknya,” ujar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, saat berkunjung ke salah satu pesantren di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019) malam.

Dia menyebutkan, tim kepolisian sudah berupaya untuk memasuki rumah pelaku. Diketahui, terdapat bom yang telah dirakit tersimpan di dalam rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *